Hai !! Welcome to my blog tuts.hitam.putih n_n

Hai !! Welcome to my blog tuts.hitam.putih n_n

Tuesday, December 20, 2011

Teknik Pengumpulan Data


Berikut merupakan teknik-teknik mengumpulkan data :

·         Angket (self administered questionnaire)
Yaitu teknik pengumpulan data dengan cara menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diiisi oleh responden. Responden adalah orang yang memberikan tanggapan atas pertanyaan angket yang diajukan.
Kerugian teknik angket:
1.        Jika angket dikirimkan melalui pos, maka persentase yang dikembalikan relatif rendah.
2.      Angket tidak dapat digunakan untuk respoden yang kurang bisa membaca dan menulis.
3.      Pertanyaan-pertanyaan dalam angket dapat ditafsirkan salah dan tidak ada kesempatan untuk mendapat penjelasan.
Keuntungan dari teknik angket adalah:
1.        Angket dapat menjangkau sampel dalam jumlah besar karena dapat dikirimkan melalui pos.
2.      Biaya yang diperlukan untuk membuat angket relatif murah.
3.     Angket tidak terlalu menggangu respoden karena pengisiannya ditentukan oleh respoden sendiri sesuai dengan kesediaan waktunya.
Pertanyaan-pertanyaan dalam instrumen penelitan yaitu :
·         Pertanyaan terbuka
Merupakan pertanyaan yang jawabannya tidak disediakan sehingga responden bebas menuliskan jawabannya sendiri.
·         Pertanyaan tertutup
Merupakan pertanyaan yang jawabannya sudah disediakan sehingga responden hanya tinggal memilih salah satu jawaban yang sudah disediakan.
Yang perlu diperhatikan ketentuan-ketentuan berikut:
1.      Pengolongan hanya didasarkan atas satu prinsip atau satu dimensi. Syarat ini adalah untuk menghindari agar seseorang tidak dapat masuk dalam lebih dari satu golongan.
2.      Golongan-golongan yang dibuat harus saling meniadakan, artinya jika seseorang sudah dimasukkan kedalam satu golongan, ia tidak dapat dimasukkan kedalam golongan lainnya.
3.      Golongan-golongan yang dibuat harus menyeluruh, artinya tidak seorang pun yang tidak termasuk kedalam salah sau golongan yang dibuat.
Terdapat beberapa pedoman yang harus diperhatikan dalam membuat pertanyaan-pertanyaan untuk instrumen penelitian:
·         Pertanyaan atau pernyataan yang dibuat harus jelas dan tidak meragukan.
·         Hindari pertanyaan atau pernyataan ganda.
·         Responden harus mampu menjawab. Agar jawaban dapat dipercaya.
·         Pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan harus.
·         Pertanyaan atau pernyataan yang pendek adalah terbaik.
·         Hindari pertanyaan,pernyataan atau istilah bias, termasuk tidak menanyakan pertanyaan atau mengajukan pertanyaan yang sugestif yaitu yang mendorong responden untuk menjawab ke arah tertentu.
v  Wawancara
Wawancara adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung oleh pewawancara kepada responden, dan jawaban-jawaban responden dicatat atau direkam dengan alat perekam.
Kerugian wawancara adalah:
  1. Wawancara memerlukan biaya yang sangat untuk perjalanan dan uang harian pengumpulan data.
  2. Wawancara hanya dapat menjangkau jumalh responden yang lebih kecil.
  3. Kehadiran pewawancara mungkin menggangu responden.
Keuntungan wawancara adalah:
  1. Wawancara dapat digunakan pada responden yang tidak bisa membaca dan menulis.
  2. Jika ada pertanyaan yang belum dipahami, pewawancara dapat segera menjelaskannya.
  3. Wawancara dapat mengecek kebenaran jawaban responden denagn mengajukan pertanyaan pembanding, atau dengan melihat wajah atau gerak-gerik responden.
Untuk mendapatkan penerimaan dan kerja sama dengan responden ada beberapa pedoman yang harus diperhatikan:
·         Penampilan fisik
·         Sikap dan tingkah laku pewawancara
·         Identitas
·         Persiapan

v  Observasi
Observasi atau pengamatan  kegiatan adalah setiap kegiatan untuk melakukan pengukuran, pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan yang berarti tidak mengjukan pertanyaan-pertanyaan.
Kerugian observasi adalah:
1.       Untuk memperoleh data yang diharapkan, maka pengamat harus menunggu dan mengamati sampai tingkah laku yang diharapkan terjadi.
2.      Beberapa tingkah laku, bahkan bisa membahayakan jika diamati.
Keuntungan observasi adalah:
1.        Data yang diperoleh adalah data yang segar.
2.      Keabsahan alat ukur dapat diketahui secara langsung.
observasi dapat dibedakan menjadi:
1)      Observasi partisipan ( partcipant observation): pengamat ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh subjek yang diteliti atau yang diamati.
2)      Observasi tak partisipasi (nonparticipant observation): pengamat berada diluar subjek yang diamati dan tidak ikut dalam kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan.
3)      Observasi tak berstruktur: pengamat tidak membawa catatan tingkah laku apa saja yang secara khusus akan diamati.
4)      Observasi berstruktur: peneliti memusatkan perhatian pada tingkah laku tertentu sehingga dapat dibuat pedoman tentang tingkah laku apa saja yang harus diamati.


v  Studi dokumentasi
Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek penelitian.
Kerugian studi dokumentasi adalah:
a)      Bias, dokumen yang dibuat tidak untuk keperluan penelitian, maka data yang tersedia mungkin bias.
b)      Tersedia secara selektif. Tidak semua dokumen dipelihara untuk dapat dibaca ulang oleh orang lain.
c)      Tidak lengkap. Karena tujuan penulisan dokumen berbeda dengan tujuan penelitian.
d)      Format yang tidak baku. Sejalan dengan maksud dan tujuan penulisan dokumen yang berbeda dengan tujuan penelitian, maka formatnya juga dapat bermacam-macam sehingga bisa mempersulit pengumpulan data.

Keuntungan studi dokumentasi adalah:
a)      Untuk subjek penelitian yang sukar, studi dokumentasi dapat memberikan jalan untuk melakukan penelitian
b)      Tidak kreatif. Karena studi dokumentasi tidak dilakukan secara langsung dengan orang, maka data yang diperlukan tidak terpengaruh oleh kehadiran peneliti atau pengumpulan data.
c)      Analisis longitudinal, menjangkau jauh ke masa lalu.
d)      Besar sampel. Dengan dokumen-dokumen yang tersedia, teknik ini memungkinkan untuk mengambil sampel yang lebih besar karena biaya yang diperlukan relatif kecil.

Referensi : Soehartono Irawan, 1995, Metode Penelitian social, Rosdakarya, Bandung

Mengontrol Keuangan Pribadi dengan Cara Pemrioritasan Kebutuhan


Membaca temanya saja mungkin sudah geleng-geleng kepala. Kalau sudah berurusan dengan uang, ckck.. bukanlah perkara yang mudah ya. Dari yang masih remaja, dewasa, hingga lanjut usia pun harus terus belajar bagaimana mengelola uang yang dimiliki. Jika uang yang kita miliki tidak sedikit atau adapat dikatakan berlebih, mungkin masalah manajemen keuangan pribadi ini tidak begitu menjadi masalah. Tetapi bagaimana jika keadaannya justru “pas-pasan”, sudah pasti kita perlu untuk mengontrol keuangan kita masing-masing.
Berhubung saya juga masih mahasiswi yang harus dapat mengontrol keuangan saya, tips berikut mungkin dapat membantu teman-teman sekalian yang ingin juga dapat mengontrol pengeluaran-pengeluaran yang ada.
1.     Urutkanlah terlebih dahulu skala prioritas kebutuhan teman-teman sekalian, dari yang terpenting hingga yang dapat tersisihkan terlebih dahulu.
2.     Sadari kemampuan untuk memenuhi prioritas kebutuhan tersebut. Misalkan, ketika kita memprioritaskan pengeluaran kita untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan. Kebutuhan makan tersebut harus terpenuhi, namun kita harus tetap memperhatikan kemampuan pengeluaran kita terhadap kebutuhan makan tersebut. Dapat dikatakan “sesuai budget”.
3.     Jika sedang berjalan-jalan atau melihat-lihat sekeliling, lalu ada barang-barang yang menarik perhatian teman-teman dan memiliki keinginan untuk membelinya, tahan sejenak hasrat untuk mengingini barang tersebut dan pikirkan bahwa ada kebutuhan lain yang jauh lebih penting untuk dipenuhi daripada harus mengeluarkan uang untuk membeli barang tersebut.
Semoga ketiga tips di atas dapat membantu teman-teman semua untuk dapat lebih memprioritaskan kebutuhan dalam mengontrol keuangan pribadi teman-teman sekalian.
Ingatlah bahwa apa yang kita inginkan tidaklah selalu menjadi apa yang kita butuhkan.
Jadi, berpikirlah baik-baik dalam mengelola keuangan kita masing-masing.

Friday, November 18, 2011

Serunya Euforia Sea Games 2011 :D

Pukul 17:10 hari ini, ketika saya membuka halaman yahoo news, saya sungguh bangga sekali dengan negara tercinta, Indonesia. :) Mengapa? Karena Indonesia menduduki posisi pertama dalam Sea Games 2011 ini dengan perolehan medali yang bisa kita lihat seperti di bawah ini :

                              E      P     Pr
 Indonesia       108    81    76
 Vietnam           68    63    64
 Thailand           64    58    69
 Malaysia          37    37    51
 Singapura        32    36    56
 Filipina            19    33    42
 Laos                 6      5    21
 Myanmar          3    13    21
 Kamboja          3    10    15
 Brunei              0     1       6
 Timor-Leste     0     0       1

Diperbarui Jumat, 18 Nov, 11.00

Wah..sungguh prestasi yang membanggakan ! :D
Vietnam yang ada di urutan ke-dua pun masih tertinggal cukup jauh.


Sore itu saya menyaksikan pertandingan pebulutangkis putera Indonesia dengan  Malaysia.
Sungguh pertandingan yang menegangkan dan tidak mengecewakan tentunya.
Karena Pebulutangkis beregu putera Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia :)


Inilah mereka, tim bulutangkis beregu putera Indonesia masih yang terbaik di Asia Tenggara. Pebulutangkis putera Indonesia berhasil mengalahkan tim pebulutangkis beregu putera Malaysia di babak final di Istora Senayan, Selasa (15/11).

 HEBAT !!

Ayo Indonesia !! Terus bakar semangatmu..
Kami selalu berdoa dan mendukungmu !! :)

LOVE INDONESIA :')

Friday, November 11, 2011

USUL


1.      Pengertian Usul
Usul adalah suatu saran atau permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk mengerjakan atau melakukan suatu pekerjaan yang dimaksudkan aar orang atau badan yang menerima usul itu dapat melakukan apa yang diharapkan dalam proposal tersebut.

2.      Sifat dan Jenis Usul
Usul dibuat berdasarkan sesuatu yang belum ada dan penulis harus merangkaikannya sedemikian rupa sehingga dapat meyakinkan penerima usul.

3.      Usul Non-formal
Usul non-formal selalu mengadung hal-hal berikut :
a.       Masalah
b.      Saran Pemecahan
c.       Permohonan

4.      Usul Formal
Sekurang - kurangnya ada tiga bagian utama, yaitu :
1)      Bagian Pelengkap Pendahuluan
a.       Surat Pengantar atau Memorandum Pengantar, fungsinya sama dengan penyerahan atau surat pengantar pada sebuah laporan.
b.      Sampul dan Halaman Judul, pada bagian ini dicantumkan identifikasi jenis tulisan itu, yaitu usul, judul usul, nomor pengenal jika ada.
c.       Ikhtisar atau Abstrak, menyampaikan inti sari dari masalah dan cara pemecahan yang disampaikan dalam usul tersebut.
d.      Daftar Isi, memuat rekapitulasi dari semua judul utama dan judul bawahan yang terdapat dalam seluruh usul itu.
e.      Penegasan Permohonan.

2)      Isi Usul
a.       Pembatasan Masalah
b.      Latar Belakang
c.       Luas – Lingkup
d.      Metodologi, yaitu kerangkan teoritis yang dipergunakan oleh penulis untuk menganalisa, mengerjakan, atau mengatasi masalah yang dihadapi itu.
e.      Fasilitas, menggambarkan bermacam-macam fasilitas yang dimiliki untuk lebih meyakinkan lagi penerima usul bahwa tawaran mereka memang benar-benar serius dan mereka pasti sanggup mengerjakannya dengan baik.
f.        Personalia
g.       Keuntungan dan Kerugian, kan lebih meyakinkan lagi penerima usul bila dikemukakan juga semua keuntungan yang akan diperoleh dari pekerjaan itu.
h.      Lama Waktu, dalam usul juga harus dijelaskan lama waktu pekerjaan itu akan diselesaikan.
i.         Biaya, bagaimanapun perincian biaya harus benar-benar digarap dalam usul ini sehingga dapat meyakinkan penerima usul.
j.        Laporan

3)      Bagian Pelengkap Penutup
Bagian ini sama dengan laporan dan tulisan yang lain, berisi bahan kepustakaan, lampiran-lampiran gambar, table, dan sebagainya yang dipergunakan dlam usul itu.




                Sumber : Gorys Keraf.1994.Komposisi.NTT = Penerbit Nusa Indah.

LAPORAN


1.      Pengertian Laporan
Laporan adalah suatu cara komunikasi dimana penulis menyampaikan informasi kepada seseorang atau suatu badan karena tanggungjawab yang dibebankan kepadanya.
Yang disampaikan di dalam laporan adalah hal-hal yang esensil, yang pokok dan bertalian dengan tugasnya, sehingga orang yang menerima laporan itu segera mengetahui masalahnya, dan dapat segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

2.      Dasar – Dasar Laporan
Sebuah laporan bertolak dari beberapa dasar, yaitu :
a.       Pemberi Laporan
b.      Penerima Laporan
c.       Tujuan Laporan

3.      Sifat Laporan
a.       Laporan yang baik harus ditulis dalam bahasa yang baik dan jelas
b.      Dapat menimbulkan pengertian yan g tepat, bukan kesan atau sugesti
c.       Harus dapat menimbulkan kepercayaan
d.      Mengandung imaginasi
e.      Sempurna dan lengkap
f.        Disajikan secara menarik

4.      Macam – Macam Laporan
a.       Berbentuk Formulir Isian, bersifat rutin dan seringkali berbentuk angka-angka.
b.      Berbentuk Surat, bentuknya jauh lebih panjang dari surat-surat biasa.
c.       Berbentuk Memorandum, mirip dengan surat, namaun lebih singkat.
d.      Laporan Perkembangan (progress report) dan Laporan Keadaan (status report).
e.      Laporan Berkala, selalu dibuat dalam jangka waktu tertentu.
f.        Laporan Laboratoris, menyampaikan hasil dari percobaan atau kegiatan yang dilakukan di laboratorium.
g.       Laporan Formal dan Semi-formal, akan menjadi laporan formal jika terdapat sampul, halaman judul, surat penyerahan, daftar isi, pendahuluan, isi laporan, kesimpulan, apendiks, dan bibliografi.

5.       Struktur Laporan Formal
a.       Halaman Judul
b.      Surat Penyerahan
c.       Daftar Isi
d.      Ikhtisar dan Abstrak
e.      Pedahuluan
f.        Isi Laporan
g.       Kesimpulan dan Saran
h.      Bagian Pelengkap

6.      Bahasa Sebuah Laporan
Bahasa yang digunakan haruslah bahasa yang baik, jelas, dan teratur. Selain itu juga harus jelas memperlihatkan hubungan yang baik antara satu kata dengan kata lainnya, antara satu kalimat dengan kalimat lain.

7.      Laporan Buku
Laporan buku merupakan suatu macam laporan untuk kepentingan pendidikan atau perkuliahan di Perguruan Tinggi. Terdiri dari :
                                I.            Judul
                              II.            Pendahuluan
                            III.            Isi Laporan
                            IV.            Kesimpulan
                              V.            Saran

8.      Penutup
Pada bagian terakhir selalu disertai penilaian tentang baik-buruknya, serta saran untuk mengambil tindakan bila perlu.




Sumber : Gorys Keraf.1994.Komposisi.NTT = Penerbit Nusa Indah.